personal

It’s about my Diamond.

 

Bagi yang sudah sering main ke My Virtual Corner, pasti udah pada kenal donk dengan yang namanya Intan? Itu lho, putri tercinta saya. Amanah Yang Maha Kuasa, untuk saya lahirkan, besarkan dan asuh sepenuh hati. Nah, tak terasa, Intan tuh sekarang udah gede banget! Waktu memang seperti berlari. Baru rasanya kemarin saya dibuat panik gegara dia menggunting rambut anak tetangga sampai cepal cepol [amburadul], hingga saya harus memohon-mohon maaf kepada ibunya, dan ‘melarikan’ si anak  ke salon terdekat agar tertolong hingga pede sambut lebaran esok harinya, eh sekarang kok iyo, Intanku sudah akan masuk perguruan tinggi. Duh, waktu memang layaknya roket yang melesat ke angkasa dengan kecepatan luar biasa!

Screen Shot 2014-08-04 at 22.57.58

Delapan belas tahun sebentar lagi usianya [September nanti], dan siap melangkah ke President University, Cikarang, Jawa Barat. Ampyun, Nak. Umi seakan tak percaya dengan kecepatan sang waktu. Masih lekat di ingatan Umi, bagaimana aktif dan gesitnya kamu di masa kanak-kanak dahulu. Berlari kesana kemari, bermain ini dan itu, hingga memancing amarah Umi gegara kamu memotong bunga kesayangan Umi yang sedang mekar, untuk kamu bagikan kepada teman-temanmu. Duuuh, kamu! Lihat, sekarang tinggi badanmu saja sudah lebihi tinggi Umi. Sungguh, tak ada yang mampu tandingi kecepatan sang waktu, yang terus bergulir dengan pasti.

Putri semata wayang ini sih tadinya ngebet banget ingin kuliah di Hubungan International, Universitas Indonesia, pengen menyusul jejak sang Oom [adik kandungku], yang jebolan HI – UI. Atau setidaknya masuk ke HI-nya UGM, namun apa daya, ternyata Allah berkehendak lain. Intan yang smart, belum berhasil masuk ke Universitas idaman. Untungnya, Intan berhasil mendapatkan beasiswa di sebuah Universitas Swasta bernama Presiden University, Indonesia, yang berlokasi di Cikarang. Alhamdulillah, Nak! Kalo harus bayar penuh, pasti Umi akan ngos-ngosan deh, habis, mahal amir biaya per-semester-nya! Belum lagi biaya dormitory-nya, dan lain-lainnya, ampyuuun dweh! Bisa bangkrut kita. Hehe.

Sang waktu tentu terus kan melaju. Kebersamaan ini pun tentu kan segera berlalu. Tinggal menghitung hari, Intan kan pergi ke tempatnya yang baru. Menuntut ilmu, memperkaya wawasan dan bersiap diri memasuki persaingan kehidupan yang lebih luas nantinya. Tentu Umi rela melepaskanmu, sayang, walo sebenarnya, berat banget ih! Tapi, apa pun demi kebaikanmu, Umi akan lakoni dengan sepenuh hati. So, tugas kita tetap seperti dulu. Umi yang cari duit, Intan yang sekolah sampai tuntas! Kejarlah cita-cita, doa Umi sudah tentu menyertaimu, Nak! 

sepenggal catatan, tentang Intan tersayang

Al, Bandung, 5 Agustus 2014

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *