Road To 64

Setiap orang, pasti memiliki cita-cita dan rencana masa depan. Tapi, berapa persenkah manusia di muka bumi ini yang benar-benar memiliki awareness¬†[kesadaran/kepedulian] terhadap persiapan hari tuanya? Banyak? Sedikit? Entahlah. Saya juga tidak tahu persis persentasenya, tapi menurut saya nih, pemikiran inilah yang terbetik di benak sang Komandan BlogCamp, yaitu Pakdhe Cholik untuk menggelar Giveaway spektakuler bertajuk Road to 64, bener ga sih, Pakdhe? ūüôā

Screen Shot 2014-08-07 at 16.34.51

Menurut saya lagi nih,¬†ide GA ini sangat menarik, membuat para partisipan secara tidak langsung, jadi duduk manis, merenung berfikir serius dan mulai corat-coret, memetakan [mapping] akan apa yang sudah, sedang dan akan dilakukannya dalam rangka menuju hari tua nanti [masa-masa pensiun/60 keatas]. Efeknya? Bermanfaat banget donk pastinya! Tanpa sadar pula, tindakan ini menghasilkan sebuah pemetaan ‘keren’ yang menghamparkan beberapa fakta, rencana, dan langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam menyiapkan hari tua [Road To 64]. Wow! Pakdhe, makasih banget untuk ide giveaway-nya, lihat deh, gara-gara ikutan pagelaran Pakdhe, hari ini saya menghasilkan sebuah pemetaan [RoadMap] to My 64 lho! Mudah-mudahan usia yang dijatah Allah untuk saya, bisa lebih dari 64 yaaa, agar bisa melaksanakan, memonitor dan memetik hasil dari poin-poin ini. Aamiin. ūüôā

Yang sudah saya lakukan.

Dari kecil, setiap ditanya apa cita-cita saya, pasti akan saya jawab dengan plin-plan. Lho???? Hihi. Iyaaa, saya pasti akan menjawab dengan tiga opsi jawaban [yang sebenarnya saya sendiri belum paham tugas/konsekuensi tugas dari titel-titel tersebut. Ingin jadi Dokter! Ingin jadi Insinyur! Ingin jadi pengusaha! Tidak ingin yang lainnya. Dan Alhamdulillah, walau plin-plan, ternyata Allah mengabulkan keinginan saya menjadi salah satunya. Menjadi Insinyur, tepatnya Sarjana Teknik Kimia. Alhamdulillah, Allah juga mempermudah jalan saya dalam meniti karier, walo tentu saja ujian dalam bidang lain tetap Allah sertakan dalam rangka menempa diri saya menjadi insan yang kuat dan mandiri. Perjalanan waktu dan kejadian di alam raya, tepatnya bencana tsunami yang terjadi di Aceh pun, menjadi titik balik bagi saya untuk mengetahui secara pasti keinginan yang terpendam di lubuk hati terdalam, untuk menjadi apa yang saya idam-idamkan. Tsunami menuntun saya berputar haluan pekerjaan, dari seorang pekerja di sector industri, menjadi pekerja kemanusiaan, yang ternyata mampu menghadirkan binar-binar bahagia di hati saya, mana kala kami mampu menuntaskan pekerjaan/project dengan baik dan bermanfaat bagi sesama. Alhamdulillah Ya Allah. 

Waktu terus berputar, suka dan duka hadir silih berganti mengisi lembaran kehidupan saya dan keluarga, sembari mengajarkan kami banyak sekali pembelajaran tentang kehidupan. Tentang bagaimana menyiasati ombak kehidupan agar mampu bertahan dan meraih kebahagiaan.

Yang sedang saya lakukan

Alur kehidupan, mengajarkan banyak hal. Zona nyaman yang sedang kita arungi, terkadang membuat kita terlena dan tak ingin beralih ke hal lain, bahkan membuat kita lupa untuk bersiap diri, mengantisipasi hal-hal yang mungkin dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan kenyamanan itu sendiri. Sadar banget akan hal itu, saya mencoba untuk mempersiapkan sebuah strategi, yaitu membangun suatu kiat, agar tak seterusnya bergantung kepada pekerjaan yang selama ini saya tekuni [menjadi pekerja kemanusiaan]. Bukan apa-apa sih, hanya saja, saya berfikir bahwa saya ini adalah seorang wanita, yang kini tak muda lagi. 44 tahun adalah usia di mana seorang wanita sudah seharusnya berfikir untuk secara perlahan mengurangi aktivitasnya yang super aktif, dan menyediakan ‘me-time’ yang cukup baik untuk hal dunia mau pun akhiratnya, tentu saja dengan kebebasan financial yang telah terjamin pula.¬†

Syukur Alhamdulillahnya, saya berkenalan dengan dunia online dan blog. Dimana saya menemukan kebahagiaan tersendiri karena dapat menyalurkan hobby saya yang telah begitu mendarah daging selama ini. MENULIS. Ya, menulis, adalah passion yang saya yakini akan mampu menjadi jalan alternatif bagi saya menarik diri dari hiruk pikuk menjadi seorang karyawan. Saya ingin memiliki usaha dari rumah. Dan berkenalan dengan blog, dan dunia online, membuka mata dan hati saya, serta memberikan cahaya terang yang membuat saya yakin, bahwa saya pasti akan bisa berkiprah dan menghasilkan dari bidang ini. Saya pun mulai belajar secara sungguh-sungguh untuk belajar di bidang ini.

Yang Akan Saya Lakukan

Seperti yang saya uraikan di atas, dalam mempersiapkan diri agar tetap dan bisa berada di zona nyaman hingga usia senja nanti [Semoga Allah memberi  jatah usia lebih dari 64 bagi saya, Aamiin. :)], maka selain melanjutkan kegiatan yang sedang saya lakukan seperti di atas, inilah yang akan saya lakukan dalam menuju usia senja [64+  tahun] nanti.

1. Duniawi

– Menjadi ibu yang baik dan dapat diandalkan bagi putri semata wayang saya, Intan dan istri yang baik bagi kekasih hati [baca: suami], serta menjadi insan yang berguna bagi sesama.

– Mempersiapkan passive income [belajar dan membangun online bisnis, termasuk di dalamnya blogging dan optimalisasi socmed].

– Mewujudkan cita-cita saya menjadi penulis [menulis buku-buku motivasi, novel, dan hal terkait bidang menulis].

РMengembangkan dan memajukan  penerbitan indieSmartgarden Publishing and Printing yang telah saya dirikan.

2. Akhirat

– Memperdalam dan mengamalkan ilmu agama dalam rangka meningkatkan kualitas diri.

РVoluntering di bidang kemanusiaan, misalnya involve di dalam kegiatan-kegiatan  yayasan Yatim Piatu & Kaum Dhuafa.

РMenerapkan gerakan I3S  [Ikhlas, Sabar, Senyum dan Syukur] dalam rangka menjaga hati dan jiwa agar tetap sehat dan awet muda hingga usia senja [jika panjang umur. :)]

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64.

10 comments on “Road To 64

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway Road to 64 di BlogCamp
    Segera didaftar sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

  2. moga sehat terus sampe usia 60 dan seterusnya ya mba Al.. aamiin

  3. Sukses ya mbak Al untuk GAnya, apapun bentuk usaha yang telah kita lakukan pasti ada hikmahnya, tidak ada yang sia2. Salam I3S, agar selalu sehat & awet muda hingga usia senja.

  4. I love you Umi..semoga terkabul semua impian. Amiin

  5. *OOT .. mak Al baju birunya satu tema sama banner GAnya Pakde hihihiii :p

    setuju dengan tulisan ini. Banget.

  6. aamiin.. semoga tercapai semua impian duniawi dan akhiratnya ya mbak..

    sukses buat lombanya

  7. semoga semuanya bisa terlaksana dengan baik ya mba….

  8. Mak Alaika, tulisannya menginspirasi sekali, putar haluan yg Mak putuskan ternyata membuahkan hasil yg lebih berkah ya karena jarang sekali orang yang rela melepaskan karirnya, terimakasih untuk mengingatkan dunia dan akhiratnya juga

  9. dunia dan akhirat, setuju Teh kalau seimbang…
    God Bless You

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *