Perbedaan PPJB dan AJB

Screen Shot 2014-12-18 at 11.48.00Jika pada postingan kemarin kita ngebahas tentang Sertifikat Hak Milik dan Sertifikat Hak Guna Bangunan, maka kali ini aku ingin menulis tentang PPJB dan AJB deh. Pada familiar kah Mantemans dengan kedua istilah tersebut? Terus terang, aku sendiri baru ngeh dan ‘masang’ perhatian tentang hal ini, gegara browsing rumah [ceritanya nih, ada sodara yang ingin beli rumah dan minta tolong dicarikan, gituh], jadi saat nanya ke si Mbah [Google] tadi, ada sebuah rumah yang salah satuΒ spek-nya bertuliskan ‘legalitas : AJB’. Nah, eikeh bingung donk. Biasanya kan isi dari tulisan ‘legalitas’ adalah Sertifikat Hak Milik atau Hak Guna Bangunan. Nah, walau tau sih, bahwa AJB itu adalah singkatan dari Akta Jual Beli, tapi eikeh bingung akan maksudnya apa. So, browsing lah eikeh, dan dapatlah informasi berikut ini. Yah, siapa tahu Mantemans juga membutuhkan informasi ini, makanya dishare deh di sini. πŸ™‚

Tapi bagi yang mungkin jauh lebih tau dan ingin memberi masukan, mangga disisip di dalam komentar ya, nanti akan aku update ke dalam postingan ini, sebagai bahan tambahan agar menjadi lebih sempurna dan bermanfaat bagi yang lainnya.

Owkeh, langsung saja. Apa sih sebenarnya PPJB dan AJB itu?

PPJB [Perjanjian Pengikatan Jual Beli]

PPJB adalah singkatan dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli, dan merupakan ikatan awal antara penjual dan pembeli tanah atau rumah yang bersifat di bawah tangan atau akta non otentik. Akta non otentik ini dibuat hanya oleh para pihak atau calon penjual dan pembeli, tanpa melibatkan notaris/PPAT, sehingga outputnya [PPJB] ini pun jadi tidak otentik deh. πŸ™‚

Karena bersifat non otentik, maka PPJB tidak dapat mengikat obyek [tanah/rumah] sebagai obyek perjanjiannya, sehingga tidak menyebabkan beralihnya kepemilikan obyek dari penjual ke pembeli.

Umumnya, nih, PPJB mengatur bagaimana penjual akan menjual obyek kepada pembeli. Tetapi karena satu dan lain hal, si obyek ini sendiri, belum dapat diproses penjualannya karena masih terkendala oleh satu dan lain hal. Misalnya saja, tanahnya masih dalam jaminan bank atau masih diperlukan syarat lain untuk dilakukannya penyerahan. Makanya di dalam PPJB ini, diaturlah syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para pihak agar dapat dilakukannya AJB.

Sementara untuk obyek yang tidak ada kendala tertentu sih, tidak diwajibkan untuk membuat PPJB dalam proses transaksi jual belinya, melainkan bisa langsung saja ke proses legalnya, yaitu pembuatan Akte Jual Beli.

AJB [Akte Jual Beli]

AJB adalah Akta Jual Beli, bersifat otentik dan dibuat oleh Notaris/PPAT dan merupakan syarat dalam jual beli tanah. Dengan adanya AJB maka tanah/rumah sebagai obyek jual beli telah dapat dialihkan atau balik nama dari penjual kepada pembelinya. Begitu deh, Mantemans! Sudah jelas dunk, ya? Hehe, setidaknya bagi eikeh, kini sudah lebih jelas. πŸ™‚

Sekedar berbagi,

Al, Bandung, 17 Desember 2014

Referensi:

properti.kompas.com/read/2013/05/04/12013967/Pahami.Perbedaan.Hukum.dari.PPJB.dan.AJB.

2 thoughts on “Perbedaan PPJB dan AJB

  1. Madam Alaika, untuk jual beli tanah bila masih ada kendala dalam proses jual-belinya maka dibuat PPJB (perjanjian pengikatan jual beli) misalnya proses jual-beli dilakukan secara kredit atau dicicil. PPJB ini bisa dibuat di hadapan Notaris atau dibawah tangan. Soal apakah mau dibuat notaris atau dibawah tangan diserahkan pada masing2 pihak, tapi biasanya, untuk menghindari resiko disarankan, dibuat dihadapan notaris.
    Sedangkan, AJB-nya dibuat dihadapan PPAT. AJB mempunyai aturan khusus dengan bentuk dan format yang disesuaikan dari Badan Pertanahan Negara (BPN). Dari AJB ini nanti akan keluar sertipikat tanda bukti hak, kalo yang warna hijau untuk perumahan kalau yang merahmuda untuk Sarusun/Apartemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *