Items wajib ‘ikutan’ traveling

Items Wajib ‘ikutan’ Travelingย 

Jalan-jalan? Suka banget! Baik dalam rangka dinas luar kota atau memang liburan, saya selalu sih memanfaatkan waktu untuk jadikannya traveling asyik. Jika sedang tugas/dinas, ya pandai-pandailah meniti buih memanfaatkan waktu. Selesaikan tugas dengan baik, seraya gunakan waktu untuk juga bisa nikmati ‘traveling’ session-nya.

Bicara tentang itemsย wajib ‘ikutan’ traveling, selain Backpack berisi laptop, tablet, smartphone dan teman-temannya itu [baca: power bank, chargers, extension cable], yang biasanya saya panggul di pundak, saya biasanya pasti bawa tas lainnya yang besar kecilnya tergantung pada berapa hari perjalanan itu akan memakan waktu. Dan dari sekian banyak onderdil barang yang dibawa, nih, tentu ada item teteup yang tak pernah lupa ikutan di dalam travel bag saya, yaitu : SELIMUT, dan HANDUK. Tanpa dua helai kain ini, saya pasti akan uring-uringan deh, baik di perjalanan maupun di tempat tujuan.

Ih, kok bisa gitu sih, Al? Handuk dan selimut kan biasanya disediakan oleh hotel tempat kita menginap?ย 

Iya sih, Handuk dan selimut, memang selalu tersedia dalam keadaan bersih, cantik dan meyakinkan untuk dipakai, jika kita menginap di hotel-hotel setidaknya hotel bintang tiga. Nah, hotel-hotel di bawah kelas itu, biasanya hanya menyediakan handuk dan selimut seadanya, deh, yaa…, walo ga semuanya begitu, sih!

Tapi kebiasaan membawa handuk dan selimut sendiri itu, bukan karena itu kok, tapi karena memang saya itu ga bisa tidur tanpa sehelai kain yang menutupi tubuh. Saya akan nyaman-nyaman saja lho, tidur dalam keadaan tanpa busana, etapi, kudu berselimut, hehe. Oops! Nah, bicara tentang selimut dan handuk ini, saya sendiri ga tau sejarahnya gimana. Cuma sejak kecil, saya memang ga akan bisa tidur tanpa selimut. Baik dalam keadaan cuaca dingin atau gerahย sekali pun, sehelai selimut tebal atau tipis, wajib menghampar di atas tubuh. Baru deh bisa tidur nyenyak. Makanya, beberapa teman [teman kantor mau pun blogger] sudah ga heran jika melihat alat perang yang ini. ๐Ÿ™‚

Adapun jenis selimut yang saya bawa, ga harus yang itu-itu aja sih. Tergantung dengan apa saya melakukan traveling. Jika menggunakan pesawat, biasanya saya akan pilih selimut berupa kain Bali berukuran jumbo, yang memang saya order khusus saat tugas ke Bali dulu. Sekali pesan ga cuma satu lho, tapi setengah lusin ukuran jumbo. Biar kalo hilang satu, masih ada yang lainnya. Nah, kalo perjalanan melalui jalan darat, alias naik mobil kantor, peralatan perang saya malah bisa nambah lho. Selain membawa bedcover, iya, bed cover, ย dan handuk, saya biasanya membawa si Dolphine [boneka lumba-lumba ukuran jumbo] juga tuh. Pernah, saking kagetnya, supir saya bilang, ‘Ibu, serius ibu ingin bawa boneka besar ini?’ seraya mengambil Dolphine dari tangan saya dan menaruhnya di kursi tengah mobil dinas kami. Haha.

Tentang Handuk

Nah, yang ini saya punya cerita khusus. Kewajiban membawa handuk, semakin wajib hukumnya, gara-gara handuk saya ketinggalan, tidak ikut masuk travel bag, melainkan nangkring di sofa rumah saya. Kejadian ini terjadi sekitar sepuluh tahun lalu deh. Kami tugas ke Pulau Nias untuk pertama kalinya. Bukan hanya ketinggalan handuk, tetapi travel bag saya ternyata juga malah tidak ikut kami ke Nias, melainkan tertinggal di bandara Polonia [saat itu belum menjadi Kuala Namu], akibat kelalaian petugas bandara, sehingga, saya tak hanya tak punya handuk, tetapi juga ga punya baju ganti. Petugas maskapai menjanjikan bahwa travel bag saya baru akan tiba esok sore. Oh mai God, piye iki? Terpaksa deh browsing underware di pasar Nias, dan jangan harap underware yang trendi available di sana, yang mau tak mau terpaksa saya beli juga. Tapi cukup beli satu saja, lengkapi diri dengan panty liner aja deh. Karena beli underware banyak juga, toh besok sudah datang travel bag saya.

Masalah handuk, saya sengaja ga beli di pasar Nias, karena saya mengandalkan handuk hotel. Namun betapa kecewa hati saya saat tiba di hotel. Ternyata oh ternyata, handuknya tipis banget, warnanya sudah suram dan tidak wangi! Hiks…. Handuk hotel kok seperti ini? Saya ga berani komplain ke petugas hotelnya, karena sebelum menjejak pulau keramat ini, saya sudah diwanti-wanti untuk menjaga mulut, jika tidak ingin terkena ‘penyakit’ dari daerah yang terkenal kuat akan magic-nya ini. Ya sutra, deh, saya cuma berani mengeluh pada mitra kerja saya, yang dengan rela hati, meminjamkan handuknya [belum sempat dia pakai] ke saya, dan dia-lah yang menggunakan handuk hotel, jadinya. Betapa mulia hatinya. Beruntungnya saya memiliki teman-teman sejawat seperti dirinya. *Mungkin kalo teman saya itu cewek, ga akan mungkin deh dia bersedia meminjamkan handuknya ke saya, dan dia berhanduk sesuram ituh. ๐Ÿ™‚

Dan berbekal pengalaman itu, saya selalu menyertakan handuk [besar atau kecil] di setiap perjalanan saya. Kapok, euy! Jadi, selain backpack berisi alat perang untuk pekerjaan [laptop, tablet, smartphone, chargers, extension cable], saya juga melengkapi diri dengan pouch toiletris lengkap [odol, sikat gigi, facial foam, sabun mandi, shampoo], pouch kosmetik [foundation, bedak, body lotion, dan kawan2nya], juga pastinya travel bag berisi pakaian, selimut dan handuk. Jika semua ini sudah check listed/tercentang sempurna, maka I am ready to face the world, deh!

Kalo Mantemans, apa aja sih items wajib ‘ikutan’ travelingmu? Sharing yuk di kolom komentar. ๐Ÿ™‚

Artikel ini diikutsertakan dalam ย “1st GA – Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan

sekedar catatan ringan,

Al, Bandung, 16 Feberuari 2015

15 thoughts on “Items wajib ‘ikutan’ traveling

  1. setuju ๐Ÿ™‚

    kalo saya, power bank dan chargers merupakan barang yang ga boleh ketinggalan
    soalnya pernah pengalaman waktu jalan2 baterei ponsel habis, eh ga bawa dua alat itu
    ya, selesai sudah…

    yang ada malah mumet, karena ponsel saya kan jadul (nokia 5730) jadi chargernya ga ada yang punya.

  2. Huaaahh ngebayangin betenya ketinggalan tas dan ga bisa ganti. Saya juga sering tidur pakai selimut, tapi gak wajib dibawa pas jalan-jalan :). Kalau handuk kayaknya memang wajib dibawa walau handuk kecil, buat jaga2 ๐Ÿ™‚

  3. Nah, kain bali itu saya setuju. Soalnya bisa dipake untuk segala cuaca, pas cuaca panaspun gak masalah pake kain bali itu buat selimutan, karena bahannya adem. Tapi yang bikin pensaran gimana caranya bisa dapet yang ukuran jumbo, mbak? ๐Ÿ™‚

  4. Saya kebiasaan make handuk hotel dengan alesan males bawa tas berat-berat. Justru barang wajib saya itu tali guling ๐Ÿ˜€ udah saya tulis di blog saya juga hihihi

  5. Iya, untuk hotel berkelas bintang 5 biasanya nyediain handuk. tapi kalau di bawah bintang 3 handuk jadi barang wajib bawa kalo travelling. same as me ๐Ÿ™‚

  6. iya, Mbak. Handuk juga tetap saya bawa walopun nginap di hotel. Karena kita kan gak tau kualitas handuk hotel tersebut. Tapi, kalau handuknya bersih dan wangi, biasanya handuk yang saya bawa gak dikeluarin ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *