Call Me Caitlyn

Caitlyn Jenner
PhotoTaken from Vanity Fair’s digital edition

Call Me Caitlyn! Tak ada yang aneh pada permintaan itu deh kayaknya, Sobs! Seorang wanita cantik, seksi pula, minta dipanggil Caitlyn. Nama yang juga berkesan ear cacthing, toh?

Etapi, siapa yang ga akan terperanjat jika pemilik tubuh seksi berwajah jelita ini adalah ‘mantan pria’ alias seorang lelaki, yang baru saja menjalani operasi ganti kelamin, dan berumur 65 tahun! O may god…, 65 tahun bo’! Sama sekali tak terlihat ‘tubuh tua’ pada tubuhnya ya, Sobs? Dan tak terlihat pula sisa-sisa maskulin pada raut wajah maupun tubuhnya. Oh oh oh! ckckckck…

Ih, bikin kepo deh, dan beneran bikin jemariku kian gesit mencari info. Gile aje, baru beneran bertindak ganti kelamin kok pada umur 65 tahun ya? Setelah punya sepuluh orang anak yang sudah pada gede dan punya cucu pula. Bosen dengan rumah tangga yang sudah terbina selama ini kah?

Bruce Jenner sebelum jadi CaitlynTerlahir dari ayah bernama William Jenner dan ibu bernama Esther Jenner, lelaki normal berkebangsaan Amerika, mantan seorang atlit olimpiade yang juga seleb televisi amrik iniΒ  bahkan menikah sampai tiga kali lho. Istri pertamanya bernama Christie Jenner dalam rentang waktu 1972 – 1981, lalu bercerai dan menikah dengan istri keduanya [1981 – 1985], kemudian bercerai juga, dan akhirnya menikahi Kris Jenner dalam durasi yang terbilang lama untuk kehidupan para selebritis, yaitu dari tahun 1991 hingga 2015. Wew! Macho juga yak? πŸ˜€

Lalu apa sih yang bikin ayah tiri seleb ternama amrik Kim Kardashian ini nekad ganti kelamin alias bertransformasi gender? Pasti pada penasarankan yak? Samaaaa, aku juga, Sobs! Makanya aku browsing sana sini, mulai dari informasi dari sonoh [situs-situs international yang membahas ini] sampai ke situs-situs dalam negeri tercinta ini, lho! Dan…, Tara…!

Ternyata nih, Sobs, Bruce kecil, yang adalah anak seorang tukang kayu dan ibu rumah tangga ini, walo teramat sangat gesit dalam beraktivitas sehari-hari, sebagaimana layaknya bocah lelaki lainnya, mengalami masa-masa di mana hati kecilnya terpanggil untuk mengenakan pakaian sang kakak [perempuan], lho! Dan, momen itu adalah ketika orang rumah sedang bepergian. Bruce kecil [kala itu 8 tahunan], diam-diam membuka lemari pakaian kakaknya, mengambil baju sang kakak, dan mengenakannya serta menikmati sekali momen itu. Bahkan terkadang, Bruce kecil nekad mengenakan pakaian itu dan mengendap-endap keluar rumah. Tak tanggung-tanggung, Bruce kecil mendandani kepalanya dengan syal, menyerupai rambut yang menjuntai, untuk menyempurnakan penampilannya. Perbuatan ini sering sekali diulanginya mana kala rumah sedang sepi, dan dia memang merasakan jiwanya bahagia setiap melakukan ini. Namun, saat itu,kesadarannya memintanya untuk bertahan dan bersikap sebagai anak lelaki, menepis keinginan itu walau teteup, momen-momen di mana ‘keinginan berpakaian wanita’ muncul dan menuntut dipenuhi.

Bruce terus menjalani aktivitasnya seperti biasa sembari dengan piawai menyembunyikan rahasia terbesarnya itu dari pengetahuan keluarga. Bakat olah raganya mulai mengemuka saat dirinya memasuki sekolah menengah atas. Bahkan terpilih sebagai ketua tim sepakbola plus ketua tim basket. Tak hanya itu, Bruce juga berhasil memenangkan pertandingan slalom water skiing, lho! Hebat yaa? πŸ™‚ Yang lebih menakjubkan lagi, Bruce juga mencatat sejarah sebagai juara olimpiade dan mengharumkan Amerika, lho! Wew, banget yak?

Etapi, Sobs, ternyata kemenangan dan prestasi itu, teteup aja tak mampu menepis keinginan terdalam dari jiwanya. Yang suka ‘iri’ setiap melihat perempuan, yang bisa tampil bebas sebagai wanita, tak seperti dirinya yang terjebak di dalam tubuh seorang lelaki. Namun begitu, tak berarti Bruce memiliki ketertarikan pada pria. Diakuinya bahwa sejak dulu, dirinya adalah heteroseksual, dan hanya tertarik pada lawan jenisnya [wanita]. Makanya dia pacaran dengan teman kuliahnya Christie Jenner dan menikahinya. Mereka menempuh kehidupan rumah tangga yang normal, hingga dikaruniai anak segala. Sayangnya, setelah memiliki anak kedua, keduanya memutuskan untuk berpisah.

Β “Seseorang yang telah lama hidup dengan jenis kelamin yang salah, tentu memiliki hak agar di akhir hidupnya menemukan diri otentiknya. Saya mendukung dia dan berharap semua orang juga menerimanya. Saya berdoa untuk kebahagiaan untuk sisa perjalanannya,” kata Chrystie dalam sebuah wawancara dengan ABC News.

Selanjutnya, Bruce mulai menjalani terapi hormon [tahun 1980]. Etapi, malah kecantol seorang penulis lagu bernama Linda Thompson. Keduanya pun menikah [1981] hingga dikaruniai dua orang anak. Namun perjalanan rumah tangga ini hanya bertahan beberapa tahun dan akhirnya kandas [1985] setelah Bruce mengakui jika dirinya sedang berjuang mendapatkan identitas gender-nya.

“Bruce selalu memiliki kesetian kepada saya. Saya mendukung keberaniannya untuk hidupnya yang baru”. Kata Linda dalam salah satu sesi wawancara dengan ABC News.

Bruce pun kembali menjalani terapi hormon dan mencoba lanjutkan dapati identitas gendernya. Bertahun kemudian, hati cowok yang sebenarnya keren ini, kembali kesandung cinta. Doi jatuh cinta pada seorang wanita yang sedang mengurus perceraian. Bernama Kris Jenner, yang adalah ibu dari model dan seleb ternama, Kim Kardashian. Kris saat itu sedang mengurus perceraian dengan Robert Kardashian. Bruce tak peduli dengan kondisi tubuhnya yang telah menggunakan hormon bertahun-tahun, tak peduli dengan payudaranya yang telah mulai berisi. Atas nama cinta, akhirnya keduanya menikah pada tahun 1991 dan menjalani kehidupan berumah tangga normal selayaknya pasangan-pasangan lainnya, hingga beroleh 10 putra dan putri, yang merupakan ‘kumpulan dari anak-anak bawaan sebelumnya plus anak biologis keduanya. Bersama Kris pula, kehidupan keuangannya membaik bahkan maju pesat. Kris membantu mengembangkan Bruce sebagai icon budaya pop, tampil di televisi dalam talk show dan acara kebugaran. Bahkan kemudian mereka sukses membuat acara keren sekaliber reality show ‘Keeping Up with The Kadarshian’.

“Kami telah menyelesaikan 425 episode, saya pikir itu hampir delapan tahun. Dan aku terus berpikir, oh my God selama itu saya bersembunyi di depan publik. Bahkan di mata keluargaku,” kenang Bruce.

‘Keinginan itu’ semakin sering mengemuka, dan membuat Bruce berterus terang pada Kris yang akhirnya membuat rumah tangga mereka mulai masuk dalam tahap panas dan ‘meriang’. Di satu sisi Kris, sangat ingin membantu suaminya, di sisi lain, ada sisi hati yang tak ingin menerima kenyataan itu. Dua puluh tiga tahun hidup bersama, gitu, lho! Akhirnya, keduanya memilih untuk berpisah. Hiks…

“Kris dan saya memiliki tahun yang banyak. Ada banyak kenangan. Bersama-sama selama 23 tahun, membesarkan anak-anak, membesarkan karier. Saya sangat mencintai Kris,” kata Bruce. “Saya memiliki kehidupan indah bersamanya. Saya belajar banyak dari dia. Kami memiliki kehidupan seks yang baik”.

Bruce telah menuruti kata hatinya, Kris melepaskan suaminya untuk mendapatkan identitas gendernya. Anak-anak, walo pada awalnya kaget, tentu harus nerimo lah ya? πŸ™ Dan Bruce pun kembali menjalani terapi hormon, bahkan pada 2014 doi menjalani operasi penghilangan jakun. Dan, kemudian dengan mantap memutuskan untuk menjalani operasi kelamin pula. Dan lelaki macho itu pun kini telah menjadi seorang wanita cantik nan seksi menawan. Good bye, Bruce! Welcome Caitlyn!

Catatan kecil:

Rumit juga kalo bicara masalah kejiwaan, ya, Sobs? Semoga kita dan orang-orang terkasih dijauhkan dari konflik batin/psikologi seperti ini dan sudah saatnya kita memastikan keseimbangan perhatian dalam tumbuh kembang anak, baik dalam hal tumbuh kembang fisik mau pun kejiwaannya, plus nutrisi religi yang tentunya kudu jadi perhatian penuh. πŸ™‚

sumber info:Vanity Fair Magazine; Variety.com; Seleb.Tempo.co, Detik.com

catatan kecil yang panjang,

Al, Bandung, 7 Juni 2015

21 thoughts on “Call Me Caitlyn

  1. Pernah baca kisah sejenis di majalah jaman aku masih sma dulu, bedanya yg kubaca dulu itu operasi transgendernya dr remaja, didukung keluarga sih. Yaa.. Semoga anak2 kita dijauhkan dr hal demikian yaa aamiin

    1. Ho oh, pernah juga dulu baca kisah sejenis, orang Belanda kalo ga salah, dari seorang ayah minta dipanggil tante ke anak-anaknya setelah doi ganti kelamin. Sedih ya…
      Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang demikian yaa… πŸ™

  2. Kasihan juga ya…semoga kita semua dan anak-anak cucu kita terlindung dari masalah yang demikian. Tapi belum pernah dibahas..apa Caytlin eh Buce kecil pernah mendapat perlakuan dari orang dewasa yang menyimpang gak ya? misalnya dia di so**mi oleh paman/tetangganya gitu?

    1. Iya, Mak. Kasian ya, harus hidup dalam kenyataan yang berbeda dari keinginan jiwa. Dan di dunia ini, di mana pun, ternyata banyak juga yang seperti ini yaa….
      Nah, tentang pertanyaan dikau yang bawah itu, blm nemu pembahasan tentang itu, Mak… πŸ™‚

    1. Iya, Mak, hasil kepoin dan ubek-ubek serta merangkum apa yang sudah diberitakan oleh media2. Hehe. Iya, ga boleh nge-judge Mak, justru harus jadi pembelajaran bagi kita ya, Mak. πŸ™‚

  3. Kemarin aku stalking akun Twitternya yg menerima banyak follower dalam satu hari. Tapi aku tak mencari tahu lebih banyak. Ternyata begini kisahnya.

    Ya semoga kita dan keluarga dan juga teman-teman tak menghadapi konflik batin seperti ini, Mbak Al.. Amin πŸ™‚

    1. Gile bener ya, Mba, kabarnya akun twitternya difollow sejutaan lebih dlm rentang waktu 4 jam lho. ckckck….

      Aamiin, semoga kita dan orang2 terkasih dijauhkan dari konflik batin yang seperti ini, Mba..

  4. hal semacam ini di dunia medis dianggap ‘penyakit’. jadi emang solusinya operasi kelamin. kalo doa saya, semoga orang-orang kayak bruce bisa dapet banyak rejeki dan lebih dini melakukan operasi kelamin. Saya pernah baca kalau Pemimpin Iran, Almarhum Imam Khomeini, malah sudah dari dulu menganjurkan operasi ganti kelamin utk mereka yg mengalami itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *