My SIM extention

Mumpung sedang antri di Polrestabes Kota Bandung, yang hampir bikin bete saking panjangnya antrean, mending bikin postingan deh yaaa. Dan mumpung sedang di tekape, mending juga postingan ini tentang perpanjangan SIM lah ya.  Tau, Mantemans pasti udah familiar lah ya dengan tata cara permohonan SIM baru maupun perpanjangannya. Nah, kalo aq, yang mudah banget lupa ini, jadi urusan perpanjangan SIM sih lupa-lupa ingat gitu deh. Makanya sebelum ke sini, sebenarnya udah browsing duluan akan syaratnya, dan ternyata bisa diakses di pelayanan SIM keliling, lho.  Asyik!

Dan Senin kemarin,  dengan membawa KTP dasn copynya, plus SIM A asli, merapat deh aku ke unit pelayanan SIM keliling, yang untuk Senin, mangkal di ITC kebon Kelapa.  Eh udah lumayan rame! Langsung deh ke petugas formulir pendaftaran, dimintain deh kedua syarat tadi, yaitu KTP dan SIM A. Dilampirkan ke form, lalu blio minta untuk langsung bayar admnya, RP.  150 ribu. Lalu aku diminta mengisi form dan segera diserahkan balik ke petugas yang duduk di sebelah si Bapak.

Nah, saat mengembalikan form inilah, kendala menghampiri. Ternyata,  karena SIM A ku dikeluarkan dari Banda Aceh, maka aku harus memperpanjangnya di Polrestabes. Tadinya aku kira, karena sudah ber-KTP Kota Bandung, maka urusan perpanjang SIM sudah gampil. Bisa di SIM keliling, oalah, ternyata ora iso, rek!

Maka, meluncurlah aku ke Polrestabes Kota Bandung. Udah lumayan rame juga sih. Tapi demi perpanjangan SIM agar aku bisa terus jalan bareng Gliv tersayang, maka semangat ini tak boleh padam! Masih belum ada pertanda buruk alias ribet. Kan eikeh penduduk kota Bandung sekarang. Ealah, trrnyata, masih harus ada surat mutasi SIM A ini dari Banda Aceh! Oops! Pertanda urusan bakalan panjang ini mah, dan bakalan menguras isi dompet yang emang sedang tipis. Huft!

Tanya jawab dengan si Bapak petugas yang ramah dan baik hati pun terjadi. Blio memupuk semangatku dengan dua opsi. Bikin SIM A baru aja sebagai penduduk Bandung, dengan catatan aku harus ikuti prosedur layaknya bikin SIM baru, yaitu ikut ujian teori dan praktek. Atau… Opsi kedua, hubungi keluarga atau teman di Aceh untuk urus surat mutasi. Kalo aku pilih opsi kedua, berarti aku harus kirim SIM A asli ke Banda untuk urusan mutasi. Hm… Dua-duanya ga menarik!

Etapi, daripada harus urus surat kesehatan, ujian teori dan praktek segala, aku kepikir untuk hubungi temanku di polda Aceh sana deh. Dan klop,  doi bersedia membantu dan tampaknya sang waktu sedang berpihak padaku. Istri temanku itu akan ke Bandung Selasa malam. Artinya aku harus manfaatkan layanan pengiriman paket yang bisa esok sampai deh. Dan Alhamdulillahnya, waktu dan alam sekitar memang sedang berpihak kepadaku. Walo paket YES (yakin esok sampai)  belum available for banda Aceh destination aku terbantukan oleh seorang teman (mantan mitra kerja) yang mau pulang ke Aceh. Maka, urusan kirim mengirimpun solved.

Pagi ini, Rabu pagi, aku langsung nyamperin istri temanku yang tadi malam sampai Bandung dan nginep di sebuah hotel. Si mba ini ternyata sedang nganterin sodaranya main ke Bandung. Duh… Rasanya gimanaaaa gitu ya, mendapatkan surat mutasi yang telah diurus oleh temanku itu dan dititipkan via istrinya ini! The ticket for accessing my SIM extention lengkap sudah kini. Alhamdulillah. Jadi teringat wejangan my former Bos deh, Pak Eddy Purwanto, ‘establish and keep your networking as much as you can, and you will see it works very well to support you, in the future! ‘

Bener banget, Pak.

Hari ini, saat bikin postingan ini, aku sedang antri untuk foto dan menanti SIM A ku selesai. Asyik!

Well, Mantemans, segitu dulu aja deh ya, mau ‘nonton’ para pemohon sim baru ujian praktek di lapangan kantor Polrestabes dulu ah. Seruuu.

Sekedar corat coret, posted from my smart andro,

Polrestabes Kota Bandung, 10 June 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *