Cuma pengen CurCol

al mewek cantikYup, kali ini cuma ingin curcol. Habis, ngenes banget rasanya, Mantemans. Ini gara-gara kejadian tadi malam, sih. Yang pengen up grading OS X nya si Macsy, dari Lion Mountain ke El Capitan yang lagi ngehits ituh.

Merasa yakin dengan kekuatan koneksi inet setelah berlangganan di salah satu provider ternama, maka dengan pede, tepat setelah usai menggunakan Macsy untuk lis nulis dan berbagai related task lainnya, maka aku langsung deh ke App Store di tubuhnya Macsy. Eh iya, bagi yang belum ngeh siapa itu Macsy, kenalin, ye, Macsy adalah nama Macbook air pendamping keseharianku, Mantemans. 😀

Macsy  sebelum 'sakit'
Macsy sebelum ‘sakit’

Singkat cerita, aku pun langsung klik opsi up grade yang ada di sebelah kanan situ. Dan downloading process pun dimulai. Jreng jreng! Pasti lama lah, wong yang di-download itu sekitar 6 GB gituh. Jadi aq setelah baca2 sebentar via hp tentang kelebihan si el Capitan, setting alarm agar bangun kira2 saat download selesai. Aku set lah alarmnya di jam 2.30 pagi. Terus tidur deh eikeh, membiarkan Macsy men-download sendiri.

Emaknya pun melayang ke alam mimpi, sambil menghayal, besok pagi udah bisa berasyik2an gunakan el Capitan. Pasti seru bin asyik, deh.

Dan alarmpun berbunyi. Excited, aku langsung bergegas dekati Macsy. Cool! Downloading done. OS X el Capitan downloaded. Langkah selanjutnya adalah installing, yang kabarnya gampil.Tinggal klik dan ikuti petunjuk.

Karena proses instalasi ini terlihat berjalan santai banget, maka aku rebahan lagi deh. Toh cadangan batre juga full banget, maka sekalian deh aku cabut plugin adaptornya. Toh aku ga kemana-mana, ntar kalo batre abis, tinggal plug lagi deh chargernya.

Etapi, ya Allah ya Tuhan, jika mau kena musibah itu yaaaa? Tak bisa sedikit pun kita menghindar. Ampyun, deh!

Macsy setelah ‘sekarat’

Bisa2nya aku terlelap dan baru terbangun kembali pukul 5 pagi. Melompatlah aq langsung ke arah Macsy, yang layarnya sudah padam. Kuketuk trackpadnya, diem tak bereaksi. Hayyah, hybernate kah? Habis batre kah?

Kupasang kembali charger ke tubuh Macsy, layar langsung bercahaya (menyala). Feelingku udah bener2 ga enak ini, Mantemans. Soalnya proses instalasi sudah berjalan sekitar 80an persen, dan sekarang stuck. Tak ada pergerakan apa pun. Hadeuh, Macsy, pliiiis…, jangan sakit donk!

Bener saja, sekian lama menanti, tetap saja seperti itu. No movement. Hiks…. Pasti kenapa-napa, nih. 😥

Panik? Iya lah! Kebayangkan, aq sama sekali ga back up data sebelum up grading process ini. Hiks…. ke 4 draft novel yang sedang aq tangani melayang sudah. Raib jika Macsy bener2 sakit parah. Hadeuh! Belum lagi beberapa ebook client belum sempat aq copy filenya ke tempat lain. Ih, how stupid I am!! Ah, bodoh kali aku ini lah!!

Etapi, tunggu dulu, jangan panik, tarik napas, keluarkan, tarik lagi yang dalam, keluarkan perlahan…. coba kita googling dulu, yuk, cari solusi. Pasti bisa! Tapi….

Seharian ini, di sela2 kerjaan yang menumpuk, googling sana sini, dan mempraktekkannya, tak satu pun cara menbawa hasil. Aku yakin, jika saja Mbah Google bisa bicara, pasti udah ngomong gini, deh. ‘Sudahlah, Al, kau cari saja klinik untuk si Macsy. Jangan kau tambah penyakitnya!’ 😀

Tersentak oleh bentakan itu, aq tak lagi browsing tentang cari solusi. Si Mbah bener juga. Emangnya siapa aku ini? Cuma pengguna semata, bukan seorang Mac problem solver, toh? 😀

Akhirnya di sinilah aku sepulang kerja, di Margo City, mencari ‘dokter’ untuk Macsy. Mantemans pasti tau lah kemana aku membawa Macsy khaaan? Ke ahlinya, memang. Etapi, belum apa2, si ‘dokter’ sudah menghakimi, bahwa Macsy harus diinstal ulang. Harganya 350 ribu rupiah, diluar harga aplikasi2 yang akan ditanamkan nanti. Untuk MS Office sendiri, sang ‘dokter’ minta 900 ribu yang sharing dengan istilah sewa. Jadi tahun depan, aq harus bayar sewa lagi agar tetap dapat menggunakan MS Office nya. Sementara jika mau beli, bukan nyewa, aq kudu bayar 2,5 jiti. Wew! Gile ajeeee! Kalo ditotal dengan aplikasi lainnya lagi nanti, aq kudu siapkan di atas  2,5 an gitu, deh. 2,5 jutaan duit rupiah, bukan daun. Hayyah. Pengen mewek!

Etapi, tadi aku sempat nemu satu iclinic yang khusus nangani produk2 apple, dari company profilenya sih terlihat kredible. Siapa tau kan di tempat dia bisa jauh lebih murah dan bisa cincai2, harga rakyat, gituh? Aku kan ga punya mesin duit?  😡

Bener saja, ‘dokter’ dari iClinic ini jauh lebih bersahabat, Mantemans. Dia tak serta merta ‘mengancam’ untuk instal ulang, tapi akan mencoba untuk menyelamatkan data2 lebih dahulu, tapi jika ga bisa lagi ya apa boleh buat… 🙁

Dan untuk harganya, kira2 350 ribu sudah include aplikasi yang general. Hm… let’s see tomorrow, deh, yaaa. Semoga Macsy bisa disembuhkan. Bantuin, donk, ya Rabbi. You know how much I need and love Macsy…. plis….

Mantemans, bantu doa juga, donk. 🙂

Curcol, from the deep of my heart

Using Al Asyika, my Zenfone 2, Margonda Raya, 4 November 2015

15 thoughts on “Cuma pengen CurCol

  1. itulah mba, makanya aku paling emog mengupgrade apapun yg berbau gadget ini ;p.. windows10 kluar yg katanya bs upgrade gratis, aku cuekin… wordpress ada versi baru, aku cuekin juga… mnding web designerku aja yg apdet2 begituan ;p aku trima bersih… drpd error ntr 😀

    1. Biasanya sih aku tangani sendiri, Mba, dan berhasil, cuma kali ini, kena batunya, euy! Hehe.

      Untuk data, ga bisa diselamatkan, bisa dicoba sih, tapi mahal amat, sampai 1 juta duitnya utk sewa ‘alat’nya. Ga usah deh.

  2. kalo saya punya file penting, biasanya saya kirim ke email sendiri bwt back up Mak.

    dulu waktu bikin skripsi, tiap selesai 1 bab pasti saya kirim via email. jd klo laptop kenapa2, skripsi saya ga ilang.

    moga Macsy cepet sembuh dan data2nya selamat semua. aamiiin..

  3. Waduhhhh semoga cepat sembuh Mbaaa… Pas banget, ini aku mau update Mac-ku eh baru 10% internetku mati… trus tak stop belum tak terusin lagi hehe, duhhh~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *