Peeling

putri gurun sahara1Melanjutkan postingan sebelumnya, ijinkan aku memulainya dengan sebuah judul yang singkat pake banget! πŸ™‚ Sengaja, karena memang itu lah langkah berikutnya, setelah menjalani yang namanya Fraxel alias wajah dilaser dalam rangka membenahi bekas-bekas jerawat yang menghias pipi kiri dan kanan. Fraxel itu pula yang telah menjadikan aku bak putri gurun sahara, yang selalu bercadar beberapa minggu lalu. πŸ˜€ Beberapa teman sempat heran dan menjapri juga sih, kepo kenapa aku tiba-tiba tampil bercadar tak sempurna seperti itu. Kalo mau bercadar ya sekalian berhijab gede donk, bergamis, yang ala-ala orang Arab gituh, kata mereka. Ih, mereka itu usil, yak!

Padahal aku kan punya tujuan lain dengan bercadar itu. Yaitu pengganti masker dan pelindung kulit wajah dari debu dan candaan sang matahari. Apalagi saat diundang untuk ikutan trip ke Ciletuh kemarin itu. Hayyah, siapa coba yang mau nolak, trip gratis ke tempat eksotis begitu? Sayang banget, khaaan? Sengaja pergi diem-diem tanpa memberitahukan si dokter kece [baca: dokter David, dari klinik DF], paling juga ga akan apa-apa, toh cuma main ke Sukabumi doank.

Ealah, siapa sangka jika cuaca di sana ekstrim banget! Dan siapa sangka pula jika daku ketahuan! Ahaiii…. aku ketahuan! πŸ˜€ Haha. Piiis, Dok! Ketahuannya gara-gara Nchie Hanie tuh yang ‘bunyi’ saat doi kontrol duluan ke klinik DF. Hingga kemudian, aku pun langsung dapat chat cantik dari si Kang Renzha, dengan kalimat telaknya, ‘Mba Al habis main-main ke pantai?’ Ops! Ga mungkin berkilah deh, eikeh! Langsung deh mencoba cari pembenaran sambil showing up beberapa foto bercadar di atas sampan, di bawah cahaya sang mentari yang bersinar garang.

Alaika AbdullahBukannya kagum, si kang Renzha langsung, ‘Ya ampuuuun, Mba Al kan baru dilaser!’ Dan si dokter kece langsung kuatir, hadeuh, gosong ga tuh wajahnya. Udah dilaser dengan biaya yang tak sedikit, eh malah main ke pantai dan memanggang diri. Hahah. Ampyun, Dok, daku tak tau kalo habis laser itu ga boleh kena panas. Suer, tapi ga gosong kok. Pake cadar. *Teteup.

Dan, untungnya, si dokter kece [mudah-mudahan] ga marah lagi. Dan memintaku untuk kontrol segera. Sayangnya daku cuma bisa di hari Sabtu doang, karena belum punya cuti. Dan… sayangnya, pas hari Sabtunya, si dokter kece malah sedang di luar kota sehingga aku direfer lah ke Dokter Tessa, yang ga kalah cakepnya. Jadwalku hari itu adalah untuk treatment peeling. Wajahku yang agak memerah, sempat menimbulkan curiga di nada suara dokter Tessa. Ini kenapa merah-merah, ya, Mba Al? Apa alergi makanan? Dan saat aku jelaskan bahwa aku habis dilaser dan habis main di pantai, agak-agak kaget dan sedikit shock juga si dokter cantik. ‘Whats?’ Haha.

Yup, seminggu setelah menjalani treatment laser beberapa minggu lalu, aku dan beberapa teman blogger diundang untuk ikutan trip ke #GeoparkCiletuh oleh Bio Farma. Sungguh sebuah trip yang rugi banget donk jika ditolak? Gratis pulak? Ke tempat yang begitu menarik pulak. Jika saja aku tahu bahwa ‘medan perang’ yang akan kami tempuh itu begitu panas membara, pastinya aku akan urung karena sedang dalam treatment, sih. Etapi, ya sudahlah, Alhamdulillah aja, deh, udah sempat main ke GeoPark Ciletuh, bersama Nchie Hanie, Bang Aswi, Sandra dan Ulu, dari komunitas Blogger Bandung, plus beberapa kenalan baru didampingi pula oleh tim dari BioFarma. Udah sempat bikin foto-foto kece bercadar di spot-spot ciamik, dan bikin hati tergelitik untuk berkunjung lagi. Eits, bukan sekarang lah, nanti-nanti. Hehe.

Microdermabrasi


2930328b-23f1-4c62-a179-61b5fb3105b1
Well, balik lagi ke treatment selanjutnya, yaitu Peeling, seperti judul di atas. Karena dr. David sedang berada di luar kota, maka aku dirujuk untuk ditreatment oleh dr. Tessa. Dr cantik ini, ramah dan luwes banget orangnya. Dan setelah melihat kondisi wajahku, dr. Tessa meminta terapis untuk melakukan microdermabrasi dulu terhadap kulit wajahku, baru kemudian di Peeling. Etapi, sebelum menuju ruang treatment, aku nodong dr. Tessa dulu donk untuk difoto. Haha. Biasalah, blogger tuh, no picture bisa dibilang hoax khaan? Maka, pictures alias image adalah a proven evidence tak terbantahkan akan keberadaan kita di suatu tempat. Hehe.Dan asyiknya tuh, dr. Tessa juga welcome dan sama sekali ga keberatan untuk berfoto bareng. Sip lah.

Barulah setelah itu, aku menuju ruang treatmen untuk di-microdermabrasi. Yaitu suatu proses untuk pengelupasan kulit atau abrasi dengan menggunakan alat khusus berbahan kristal halus yang digosokkan secara lembut ke atas permukaan kulit dengan tujuan meremajakan kulit, melalui pengangkatan lapisan kulit mati, sehingga akan memicu sel kulit beregenerasi sehingga kulit tampak lebih cerah dan lembut. Dan memang, Mantemans, begitu selesai proses ini, si Teteh Nurse memperlihatkan kapas di mana sel kulit mati yang dikelupas tadi menumpuk. O ow! Lumayan banyak juga sel-sel kulit mati dan berwarna kusam itu menempel di sana.

Chemical Peeling

Apa pula itu peeling? Yang jelas beda banget dari feeling, lah, ya! πŸ˜€ Peeling adalah suatu metode yang digunakan untuk pengelupasan kulit mati yang terdapat pada lapisan tanduk dengan menggunakan bahan kimia.Β Sangat cocok dilakukan dalam rangkaian proses penghilangan bekas jerawat/acne scars. Hm, berarti cucoklah untuk rangkaian perawatan eikeh, ya, Mantemans? πŸ™‚

Singkat cerita, setelah di-microdermabrasi tadi, lalu tahapan berikutnya adalah menjalani treatment peeling. Dilakukan sendiri oleh dr. Tessa, yang dengan cekatan mengoleskan larutan chemical peeling ke kulit wajahku. Dan rasanya? Wow! Perih, Jenderal! Perih banget dan bikin tangan gemes untuk menggaruknya, namun tak mampu aku lakukan karena diwanti-2 oleh si dokter cantik agar aku tak tergoda untuk memainkan jemariku di kulit wajah yang baru saja diolesin cairan kimia itu. Ih, rasanya perih dan gatal, pake bangets! Huft. Untungnya, rasa perih dan gatal itu hanya terjadi dalam beberapa menit saja, berangsur menghilang dan aku pun dapat menarik napas lega. Alhamdulillah. Kirain rasa gatal tadi akan bertahan lama, ternyata masih teratasi. πŸ™‚

Setelah proses pengolesan cairan tadi selesai, dan rasa gatal itu menghilang, barulan aku dipersilahkan pulang, dengan dititipin pesan oleh dokter cantik agar tidak dulu menggunakan cream malam selama beberapa hari sejak peeling dilakukan. Sementara obat-obatan yang dibekali pasca laser, terus dilanjutkan agar kulit wajahku cepat cerah kembali. Β Dan, entah benar entah enggak, aku menangkap nuansa kuatir akan efek berpanas-panas ria di pantai kemarin itu, yang hingga kini meninggalkan bekas gosong di bagian pipi kanan dan kiriku, tepatnya pada bagian bekas jerawat yang memang lebih banyak kena lasernya. Hiks…

Duh, semoga saja, Sabtu berikutnya, saat kontrol ke dokter David, kulit wajahku sudah membaik, dan dapat melanjutkan treatment sesuai rencana. Aamiin. Etapi, aku kok kuatir jika memang ada hal yang diluar harapan, nih, terjadi pada kulit wajahku, setiap menatap bekas gosong di pipi kiri dan kanan ini, ya? πŸ™ Duh, semoga ga kenapa-kenapa ih, janji, ga akan main panas lagi, deh, nanti, dok! πŸ™‚

Al, Margonda Raya, 25 December 2015

2 comments on “Peeling

  1. hahhaaa..ngakak abiiss!!

    Hai..putri gurun sahara, main lagi yuk ke pantai..

  2. Tapi tetep kinclong kok….tapi untungnya gak ngefek kan sama hasil lasernya?
    Jadi ingintreatment2 cantik he he he

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *