Datang dan Pergi

Hari ini, walau orang-orang sudah kembali pada rutinitas masing-masing. Udah balik ngantor, namun happy me, aku masih bisa melanjutkan liburan bareng para bocah yang makin menggemaskan ini. Kehadiran mereka di rumah ini, sungguh membuat suasana rumah begitu ceria. Namun, bergantinya hari, mulai biaskan sendu di hati. Dan aku yakin, sendu ini mulai bergema di relung hati ayah dan ibu.

Picture belongs to @alaikaabdullah

Datang dan Pergi, juga selalu punya dua sisi, layaknya hidup dan mati, yang selalu punya dua sisi. Dan begitu lah hidup. Rela tak rela, tentu kita harus rela menerima dan menjalaninya.

Image designed using Canva Apps.

Kedatangan, mostly made us happy. But leaving atau kepergian, selalu biaskan duka lara. Dan ini mulai terasa, dengan semakin dekatnya hari di mana para bocah ini harus kembali ke Banda, bersama ayah dan ibu mereka which are my brother and sister-inlaw. Hm, begitu lah. Dalam hidup, kita akan selalu bertemu dengan dua aktivitas ini. Datang dan pergi. Ah….

Datang dan pergi, tentu harus disikapi dengan bijak. Bersenang dan berbahagialah ketika dia/mereka datang, dan lepaskan dengan tenang, ketika dia/mereka harus kembali.

Terhadap kamu, aku juga begitu. Pergilah, jika itu membuatmu nyaman. Banyak teman baru di luar sana, yang tentu punya cerita baru. Satu hal yang aku pinta, ingatlah satu hal, bahwa kita pernah saling mendukung satu sama lain. Kita pernah saling menghapus air mata, menguatkan hati, dan mengusir duka lara. Aku masih di sini, jika kamu butuh tissue dan pelukan hangat penguat hati.

image designed using Canva Apps.

Kalo kalian, gimana sih menyikapi ‘datang dan pergi’ ini? Share donk di kolom komentar. 🙂

Al, Bandung, 21 Juni 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *