Siapa Nama Benda Kesayangan kamu?

Image designed using Canva Apps, by Alaika Abdullah

Punya nama khusus bagi benda-benda kesayangan? Aku sendiri ga terlalu ingat lagi, sejak kapan mulai memberi nama untuk benda-benda kesayangan. Yang jelas, semua benda milikku, punya nama. Mulai dari anak kesayangan bernama Intan, Grand Livina tersayang bernama Gliv, Macbook Air yang karena slim dan elegannya aku beri nama Macsy [Macbook Sexy], smartphone bernama Oryx [Onyx Blackberry] yang telah pindah ke tangan pencuri, Oppo kece bernama Oppy yang juga sudah dimaling bersama si Oryx, hingga ke handphone baru Asus yang kupanggil Andro.

Tak hanya itu, kucing-kucing kami juga semua punya nama khusus, dengan nama keluarga menggunakan nama Abdullah. Hehe. Pisss, Ayahanda. Pinjem nama Ayah untuk nama keluarga kucing-2 kami yaaa. Deretan kucing kami bernama Pura Abdullah, Belati Abdullah, Coty Abdullah, Petina Abdullah, dan Puning Abdullah. Hihi, gilak!

Sayangnya, deretan para kucing ini, hilang satu persatu. Feelingku sih, karena aku pindah ke Aceh, dan mereka tinggal di Medan, mereka hilang dalam usaha pencarian diriku yang tiba-tiba saja raib dari pandangan mereka. Padahal sebelum pindah ke Aceh waktu itu, aku sudah ngobrol dan pamit dengan mereka, lho. *eh, ini yang sableng siapa ya? 😀 Mungkin saat mencari-cari aku, mereka dilindas oleh kendaraan di jalan, atau malah ditangkap oleh orang-orang yang masih suka makan kucing dan anjing itu, atau entahlah. Lots of possibility could happen kan ya? 🙁

Well, back to the topic. Aku memang getol memberi nama. Untuk apa dan siapa saja. t Toshi untuk laptop pertamaku bermerk Toshiba. Sebenarnya itu sih bukan laptop pribadi, tapi laptop kantor. Suatu hari, Toshiba itu dipinjem oleh kolegaku untuk presentasi, dan lama banget baru dibalikin. Saat itu, tahun 2005, yang namanya laptop masih merupakan barang mewah donk, seingatku, itu lappie dibeli kantor pada kisaran harga 12 jutaan deh. Wow, kalo sekarang, tinggal nambah dikit udah bisa beli Macbook dweh! 😀

Nah, karena lama banget dia belum balik, dan itu adalah aset kantor yang menjadi tanggung jawabku, ya akunya risau lah, ya! Apalagi dia adalah kolega lain unit, dan aku tak begitu akrab dengannya. Lalu kenapa aku pinjemkan itu lappie? Ya karena kasian aja, lappie dia lagi hang.

Karena tak kunjung kembali, sementara aku juga udah ingin balik ke rumah, aku telp deh dia seraya bilang gini ‘Mas A, Toshi saya mana? Kok belum dibalikin?’ Toshi? Aku juga heran sendiri, kok bisa refleks memberi nama Toshi ke laptop itu ya? Iya sih, karena mereknya Toshiba, maka dipanggil Toshi pasti keren juga. Dan dia kaget donk? Toshi? Laptopnya maksudnya, Al? Sebentar ya, ini masih ngedit2 file. Ntar aku anterin ke rumah kamu aja gimana?

Dan sejak itu, aku jadi makin getol deh memberi nama untuk setiap benda kesayangan.

Kini, berdomisili di Bandung, semakin banyak saja benda koleksiku yang bernama. Yang pastinya akan panjang deretannya jika aku deretkan di sini. Uniknya, jika aku suka memberi nama yang keren untuk benda-benda kesayangan, Intan, putriku, malah memberi nama yang lucu. Misalnya, kami punya sepasang boneka domba dari Product Chocodot (Produsen Coklat ternama dari Garut), maka aku memberinya nama Choco untuk boneka dombaku, sementara Intan menyebut boneka domba miliknya dengan panggilan Odot. 🙂

Kalo kalian? Punya nama apa saja untuk benda-benda kesayangan kalian?

Image designed using Canva Application.

Al, Bandung, 26 June 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *