How to Increase Your WordPress Loading Speed

Image, screenshot from my wordpress blog, http://randomnote.space

Yup. Kecepatan loading sebuah blog, baik itu yang berplatform blogspot, wordpress, steemit, atau apa pun platform lainnya, tentu menjadi salah satu daya tarik utama, yang membuat pengunjung betah di blog kita. Bayangkan, jika seseorang searching sebuah informasi di Google atau mesin pencari lainnya, lalu oleh mesin pencari direferensikan link artikel kita, lalu si pencari meng-klik link tersebut, namun ternyata malah butuh waktu yang lebih dari 10 detik untuk mengaksesnya, maka…?

Maka, tindakan yang paling sering dilakukan adalah, mereka langsung closed the link (browser) karena lemot. Ga ingin kan kejadian seperti ini menimpa blog kita? Etapi, justru karena alasan itu lah maka postingan ini tersaji di hadapan teman-teman, loh!

Karena kecepatan loading blogku ini lemot. Awalnya ga ngeh jika blog ini loadingnya lambat, sekitar 10 detik lebih sedikit, bahkan di beberapa teman yang sinyal mereka juga kurang bersahabat, tentu loadingnya pun akan semakin lambat. Padahal di aku sendiri, sih, tampaknya baik-baik saja, mungkin karena koneksi wifi rumah yang memang kencang. Namun, komplen dari pembaca setia, dan beberapa teman yang lapor, bahwa loading blog http://randomnote.space termasuk ‘lola’ alias loadingnya lama.

Hayyah! So pasti ku terpana, dan malu sedih, sih. Wah, ga iya, nih. Kudu diberantas masalahnya, dan harus dipercepat loadingnya. Dan…, seperti biasa, aku pun langsung lari ke rumah si Mbah cari solusi. Juga tanya ke beberapa teman yang memang ahli bermain di blog berplatform WordPress. Solusi awalnya adalah mengganti Theme, dan mengompress image yang sudah terlanjur terposting tanpa dikompress atau di resize. Yup, sebelum beralih ke self hosted, blog ini dulunya kalo upload gambar sih, ga pake kompress-kompress segala. Ga kenal istilah resize juga.

Namun, tetap aja lambat. Tema udah ganti, image sudah pasang plugin pengompress  gambar, si blog tersayang ini, tetap aja muter-muter (loading)-nya lamban. Hadeuh! Lalu, aku tanya deh ke seorang sahabat yang berjuluk Dukun Cinta. Siapa tau, selain ‘dukun cinta’ dia juga buka praktek sebagai ‘dukun’ wordpress kan? Hehe.

Loading speed sebelum minimalisir widget dan plugins. Page Speed Score masih B (85%) dan Fully Loaded Timenya 7.9 detik.

Dan, mulailah deh, berkonsultasi padanya, dan aku pun mulai deh ngutak atik ini blog. Karena thema yang sudah aku pilih tadi malam, menurutnya sudah oke punya, alias sudah mobile friendly, maka ga perlu ganti lagi.

Dan berikut adalah beberapa langkah yang kami lakukan untuk mempercepat loading blog wordpress. 

  1. Menghapus Google Analytics Dashboard for WP (GADWP), karena ini justru memberatkan loading si blog. Jadi kalo mau akses Google Analytic mending langsung ke webnya aja
  2. Menghapus smush.it plugin. Smushit ini fungsinya memang untuk mengecilkan ukuran file/gambar yang kita upload ke blog, tapi kita bisa melakukannya secara manual aja, sih. Lain hal jika blog kita memang memakai server berkecepatan tinggi (VPS), boleh-boleh saja kita pakai plugin ini. tapi kalo share hosting, mending file diperkecil secara manual.
  3. Mengaktifkan lazy load module di plugin jetpack
  4. Mengganti plugin w3total cache dengan plguin wp super cache
  5. Memasukkan plugin autoptimize untuk optimasi database, html, css, dll secara otomatis.
  6. Menghapus Akismet. Lebih baik semua komentar dimoderasi secara manual, karena toh komentar yang masuk belumlah yang sampai ratusan atau ribuan perhari kan? Jadi, ada baiknya lakukan moderasi komentar secara manual saja. :). Lain hal jika suatu hari nanti, jumlah komentar yang masuk sudah ribuan, maka akan butuh Akismet deh untuk membereskannya. 🙂
  7. WordPress importer, ini dihapus karena hanya dipakai sekali saja saat pindahan blog kerain itu. Plugin ini hanya berguna kalo kita mau mengekspor database postingan dalam bentuk XML ke blog lain. kalo tidak digunakan, dia akan lebih banyak idle. Nah, daripada makan resources, lebih baik dihapus dulu aja, nanti kalo butuh baru install lagi.
  8. Widget yang tidak perlu sebaiknya “disembuyikan” dari homepage, nanti akan muncul lagi di tulisan/postingan (bukan di page/homepage).
  9. Sebelumnya aku pakai Image Slider Plugin juga, padahal ga dipakai, sih. Jadi, mending hapus, deh!
  10. Instagram Image Slider juga aku ‘buang’, karena ternyata berat, euy!
  11. Ultimate Social Media PLUS juga aku hilangkan saja, deh. Toh, untuk akun sosmed masih bisa dicantumkan pada halaman Contact, jadi ga mengulang-ulang di setiap postingan.
  12. Hapus themes yang tidak dipake dan jangan biarkan dia menggunung di bagian themes.
  13. Bikin akun di wordpress.com, kemudian sambungkan dengan blog wordpress selfhosted ini agar kita bisa bisa mengakses dashboard analytic dari plugin jetpack secara realtime (kita tahu berapa pengunjung perhari, dll).
    Tapi jetpack analytic memang cukup memberatkan kinerja blog (sama kaya plugin Google Analytics Dashboard for WP yang sudah dihapus sebelumnya. Tapi kalo memang kita butuh untuk mengetahui berapa pengunjung blog perhari, ya sebaiknya sih mending aktifkan Jetpack Analytic.

Dan…? Dan setelah melakukan langkah-langkah di atas, ealah…, loading blogku menjadi wus-wus-wus! Kenceng!

Loading Speed after the ‘Maintenance’. Page speed become A (95%), fully loaded time = 3,1 s.

Yeay! Oya, selain itu, aku juga melakukan kompressi pada foto profile dan foto banner. Sehingga secara keseluruhan, my lovely http://randomnote.space bisa berlari kencang saat diakses oleh readers. Asyiik. Semoga catatan ini bisa jadi masukan juga untuk kamu-kamu yang ngalami web lola (website kamu loadingnya LAMA), ya! Selamat mencoba!

Al, Bandung, 24 Juli 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *