Kolaborasi Relawan TIK dan KIM – Sebuah Langkah Jitu

Hari sudah hampir larut ketika sebuah pesan via whatsapp nangkring di layarnya smart-andro. Latief, hm, anak ini kemana aja? Udah lama banget ga berkomunikasi.

“Mak, Selasa depan, 17 Juli, ada waktu kah? Jadi moderator untuk acaranya Diskominfo Kota Bandung, Mak. RTIK diminta jadi pemateri juga. Available kah?” Sang Ketua RTIK Kota Bandung ini langsung to the point.

Dan komunikasi pun berlanjut via suara, diakhiri dengan kesediaanku menjadi moderator untuk acara ini. Sebuah acara yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi, Kota Bandung, dengan mengusung tema Kolaborasi RTIK dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Kota Bandung. Huaaa, sebuah judul yang…, menarik? 🙂

Image belongs to Alaika Abdullah

Pagi itu, Selasa, 17 Juli 2018, bertempat di West Point Hotel Bandung, Jalan LMU Nurtanio No. 63, Kota Bandung, acara ini pun digelar. Aku sengaja datang 30 menit sebelum acara dimulai. Kupastikan pasti acara ini akan molor, hehe. Ya, biasa lah, walau berharap suatu hari nanti kita bisa tepat waktu, namun harapan ini, butuh perjuangan dan kemauan keras lah dari setiap pemeran, agar ingin ini dapat terwujud sempurna.

Namun, hingga kini, tampaknya masih jauh dari harapan. Terpaksa, panitia selalu mencoba untuk mentolerir dan mencoba menyesuaikan waktu. Jadilah acara sedikit undur, namun tak apa, yang penting well achieved! 

image belongs to myself, Alaika Abdullah

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan Laporan Kegiatan yang disampaikan oleh Kabid. Diseminasi Informasi selalku penanggung jawab acara, lalu dilanjut dengan kata-kata sambutan serta pembukaan oleh yang pejabat yang mewakili Pak Kadiskominfo Kota Bandung.

Oya, the participants of this event adalah Para Ketua dan anggota dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se Kota Bandung, plus beberapa orang perwakilan dari Relawan TIK Kota Bandung. Dan topik yang dibahas adalah tentang Penguatan Kelembagaan Organisasi Masyarakat, yang disampaikan oleh Kang Alfa Harry Perdana, Kasubid Ormas dan Komunitas Kesbangpol Kota Bandung.

Lalu juga ada materi dari Pak Nursyawal, M. Si, dari Akademisi STIKOM, yang berbagi tentang Membangun Jiwa Kerelawanan dalam Organisasi Masyarakat.

Selanjutnya Mohammad Latief, dari Relawan TIK Kota Bandung juga turut membagikan materinya berupa peluang Kolaborasi yang kira-kira dapat dilakukan antara RTIK Kota Bandung dengan KIM se Kota Bandung.

Image belongs to mysel, Alaika Abdullah

Ketiga pemateri membawakan topiknya masing-masing dengan jelas dan menarik, sehingga memancing partisipan untuk interaktif bertanya jawab. Dan tentu ini memudahkan pekerjaanku selaku moderator dalam menjaga agar diskusi berlangsung hangat. 🙂

Apaan sih KIM itu sebenarnya?

Pasti dari tadi, banyak yang belum ngeh akan apa itu KIM kan? Tadinya, sebelum mengiyakan untuk jadi moderator acara ini, aku masih belum tau persis apa itu KIM? Lalu googling lah, dan nemu deh jawabannya. Bahwa KIM  (Kelompok Informasi Masyarakat) ini, dulunya adalah sejenis Kelom Pencapir (Search di google aja, yak! Hehe).

KIM adalah sebuah wadah/wahana informasi dan komunikasi atau juga disebut sebagai ormas layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

KIM dibentuk untuk menemukan masalah bersama mengenai secara berdiskusi dengan sesama anggota kelompok, mengenali cara pemecahan masalah, membuat keputusan bersama, melaksanakan keputusan dengan kerjasama dan mengembangkan jaringan informasi untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan.

Sejauh ini, KIM telah terbentuk di setiap RT/RW, desa, hingga ke kecamatan, kabupaten dan kota, di setiap provinsi. Untuk Bandung sendiri, peran KIM dalam masyarakat dan sebagai mitra dari Diskominfo telah berlangsung dengan sangat baik.

Namun, dalam kesempatan ini, perwakilan dari KIM yang hadir ini, menyampaikan permohonannya kepada pemerintah agar mendapat dukungan/perhatian berupa support dana, setidaknya sebagai biaya untuk beli kuota demi pengumpulan informasi-informasi, karena selama ini, dana yang mereka pakai adalah milik sendiri.

Permohonan ini tentu saja ditangapi dengan baik oleh pihak pemerintah yang hadir, dan akan disampaikan ke atasan. 🙂

Dalam hal kolaborasi dengan Relawan TIK Kota Bandung, KIM menyambut baik kesempatan ini, dan antusias untuk mendapatkan capacity building demi penguatan wawasan dan ilmu pengetahuan para anggota KIM, sehingga mampu berkontribusi dengan jauh lebih baik lagi kedepannya.

Selanjutnya, setelah acara ini, akan dilakukan follow up oleh RTIK Kota Bandung, ke contact person KIM, untuk kelanjutan rencana berkolaborasi, sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Acara berlangsung lancar dan diakhiri dengan makan siang, lanjut dengan diskusi informal sembari makan siang. Terlihat keakraban yang natural antara para pejabat dari Diskominfo dengan para hadirin (Perwakilan dari KIM maupun Relawan TIK). Ah, Alhamdulillah, well done!

Al, Bandung, 21 Juli 2018.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *