#Ulog [01] – I am a steemian, and also a Uloger now.

Halo, sahabat maya tercinta! Lagi pada apa nih? Semoga sedang menikmati masa-masa istirahatnya, ya! Seperti biasa, jelang tengah malam di mana ide meluncur bebas tak bersekat, ijinkan aku untuk menuntaskan sebuah janji!

Janji apaan, Al? 

Janji untuk bercerita tentang euforia menulis di ‘rumah baru’ hingga hampir saja terlena, lupa akan blog pribadi yang ini yang sebenarnya tak hanya menjadi media untuk terapi jiwa, tapi juga telah berulang kali hasilkan keuntungan moril dan materil tersendiri. Aih, untung saja, ku segera tersadar, bahwa dari sanalah aku beranjak, jadi ga boleh lupa akan blog bertajuk “My Virtual Corner” itu.

Bagiku, menulis adalah terapi jiwa, a self healing, yang tentu tak akan kutampik, jika kemudian rumah maya itu juga mulai menuai pundi-pundi rupiah, atau produk-produk untuk di-endorse.

Namun, perkenalanku dengan sebuah dunia baru, yang sebenarnya masih dalam lingkup blogging juga, sih, membuatku begitu excited dan dipenuhi oleh euforia. Menulis di steemit, sebuah lapak berteknologi blockchain ini, sungguh bikin hati tersandera, untuk terus-terusan berinteraksi dan berkontribusi secara hepi di sana. Ah.

Steemit menuntunku menjadi seorang steemian. 

Steemit adalah sebuah blogging dan social media platform yang berjalan dengan teknologi blockchain. Informasi lengkapnya pernah aku tulis di sini:  Steemit adalah sebuah Tanah Harapan.

Image posted here in my steemit account introduction.

Menulis di steemit adalah free alias gretong! Ga perlu pusing mikir urusan domain-hosting, karena semua content yang dikontribusikan oleh steemians (pengguna akun steemit) akan tersimpan di dalam steem blockchain. Selain itu, menulis atau berkontribusi konten di steemit ini, berbuah uang kripto, loh! Hayoh, pasti pada mau tanya, blockchain itu apa, Al? Uang kripto itu apa, Al? Bisa dirupiahkan, Al? Begitu kan? Hehe.

Teknologi Blockchain itu…

Gambar diambil dari halaman facebook milik sendiri, Alaika Abdullah

Teknologi blockchain itu adalah sebuah teknologi yang tidak menggunakan pihak ketiga dalam proses pertukaran datanya. Bersifat desentralisasi sehingga tidak mudah untuk dimanipulasi.

Blockchain adalah ‘buku besar’ yang tidak terpusat pada satu server saja, melainkan tersebar pada server/server atau block lainnya, bisa diakses secara publik, mencatat berbagai transaksi/data, yang setiap data itu diperbaharui, maka perbaharuannya itu juga akan direplika pada block-block lainnya secara bersamaan. Hal ini menjamin transparansi dan menghindarkan tindakan korupsi data.

Untuk lebih jelas dan detail tentang teknologi blockchain ini, monggo mampir ke postinganku di sini, ya! Mengenal Teknologi Blockchain bagi Orang Awam

Uang Kripto itu….

Hm, uang kripto alias crypto currency, sebenarnya adalah token yang dapat diperjual belikan di pasar mata uang digital atau  crypto currency. Dan token kripto ini banyak macamnya, yang paling pertama muncul dan tertua, dan paling mahal harganya adalah bitcoin. Di dunia ini banyak sekali jenis token kripto, dan steem adalah salah satunya. Steem bisa kita peroleh dari menghasilkan konten dan kita upload ke steemit, lalu kita mendapat upvote dari para pembaca kita, yang nilainya nanti berupa token steem atau steem dollar. Atau, kita bisa memperoleh token steem atau steem dollar ini dengan membelinya di pasar kripto.

Bisa diuangkan kah uang kripto itu?

Tentu bisa banget! Tinggal jual ke pasar uang kripto. Layaknya pasar saham atau pasar modal lainnya, maka kita bisa melakukan transaksi jual beli di pasar kripto ini.

Tertarik untuk menjadi steemians? Mudah banget, loh! Tinggal meluncur ke https://signup.steemit.com/, dan mulai deh create akunmu.

I am also a Uloger now!

Nah, ini yang lebih menarik lagi, sobs! Di steemit itu banyak sekali project seru dan bikin hati menggebu. Salah satunya adalah Ulog. Ulog ini adalah singkatan dari Your Blog. Jadi pada kategori ULOG ini, kita menulis cerita keseharian kita, secara orisinil, yang tentunya bermanfaat dan berkualitas, serta hendaknya mampu menginspirasi pembaca kita.

Hestek Ulog (#Ulog) menjadi sangat popular kini, karena memang konsepnya adalah untuk mengajak para steemians berbagi tips, pengalaman atau pun kisah-kisah penuh pembelajaran, yang ditulis secara orisinil dan jauh dan plagiarism. Selain untuk melatih para steemians menulis ‘cantik’, juga untuk membiasakan steemians agar menghargai hak cipta orang lain. Iya, donk, dengan menjauhi tindak plagiarism, atau aksi comot foto sembarangan tanpa penjelasan, berarti kita telah turut berlatih dan mendukung aksi tolak plagiarism kan?

Nah, mulai malam ini, maka di bagian menu blog ini, akan muncul satu kategori lagi, yaitu ULOG, di mana aku akan berbagi cerita keseharian ala Alaika Abdullah, yang harapanku sih akan mampu menebar manfaat bagi pembaca setiaku, ya, walau tak banyak, tapi sedikitnya, mampulah ya, menuai manfaat? 🙂

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Pasti hapal, donk, dengan peribahasa ini? Dan cocok pula diterapkan dengan aksi ini, loh!

Posting artikel via steempress, memuat konten untuk hestek Ulog, jika ada sekalian untuk promo-steem, maka kita telah melakukan tiga aksi cantik toh? Mencoba menebar informasi tentang promosi steem, plus mencoba memberi manfaat lain dalam cerita bertajuk Ulog. Menarik bukan?

Dan, malam ini, postingan ini adalah seri pertama artikel berhestek ULOG, semoga menginspirasi dan memotivasi, ya, sobs! Menulis adalah terapi jiwa, a self healing. Yuk, tuliskan ide/buah pikirmu segera, sebelum dia menjelma jadi bayangan dan menghilang dari ingatan.

Al, Bandung, 11 Juli 2018

 

5 thoughts on “#Ulog [01] – I am a steemian, and also a Uloger now.

  1. Mba al keren. Uda melangkah jauh banget dengan steem. Dan pengetahuannya bahkan sudah di bagi ke blogger yang lain. Ketekunannya pasti sudah membuahkan hasil yang membahagiakan ya mba.. Sehat selalu mba al

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *