#Ulog [03] – Personal Branding pada Nama Akun

Image belongs to myself. Alaika Abdullah, modified using Canva Apps

Masih ingat dengan topik personal branding yang kita obrolin di postinganku kemarin? Yup, memang, bicara tentang personal branding tentu ga bisa setengah-setengah. Selain harus memahami dengan serius maknanya terlebih dahulu, agar tak salah dalam membangun dan menerapkannya secara baik dan benar. Maka, menjalankan langkah demi langkah dalam membangun personal branding itu sendiri pun, harus lah dilakukan dengan tepat dan mengena.

Dan…? Dan sesuai dengan janjiku sebelumnya, yuk, malam ini kita lanjut obrolan santainya tentang tahapan dalam membangun personal branding ini, yuk!

Oya, bagi yang belum baca postingan sebelumnya, bisa coba klik ini Sekilas tentang Personal Branding dulu, deh, biar selaras dan sepemahaman, okeh?

Konsistensi dan Pengaruh Nama Akun.

Mungkin tak banyak yang menyadari bahwa sebenarnya di era perkembangan teknologi IT yang kian pesat ini, maka akun sosial media yang kita miliki pun ikut menjadi pantauan oleh pemilik kerja, atau setidaknya oleh orang HRD. Hm, mungkin ga semua, sih. Tapi, yang pasti, orang kerap menghubungkan/kepoin antara bagaimana gerak gerik kita di dunia nyata dan dunia maya.

Jadi ingat dulu, ketika masih kerja di Kedubes negeri sahabat, saat negara tersebut sedang dalam prahara, maka Kantor Pusat kami, yaitu Departemen Luar Negerinya meminta data kami semua, termasuk data akun sosmed. Gerak gerik kami baik di dunia nyata mau pun maya dipantau, diperhatikan. Hadeuh!

Era kemajuan dunia IT yang kian cemerlang ini, tak dapat dipungkiri bahwa antara dunia maya dan nyata, hanya dipisahkan oleh koneksi internet. Betul? Terkadang, justru orang terlebih dahulu memantau keberadaan kita melalui dunia maya, bukan bertanya atau ‘melacak’ langsung via dunia nyata.

Image belongs to myself, modified using Canva Apps.

Hubungan Nama Akun dan Personal Branding. .

Dari uraian di atas, udah kebayang donk jika kini, kita tak bisa lagi terpisahkan dari akun dunia nyata dan dunia maya? Walau tak memiliki semua akun sosial media yang ada dan terkemuka, setidaknya, masing-masing kita, pasti lah memiliki akun di dunia maya, bukan? Lalu hubungannya dengan personal branding itu sendiri, Al?

Nah, ini! Memilih nama akun, tentulah sangat menentukan. Pasti kita akan sulit untuk mempercayai seseorang dengan nama alay bukan? Atau sebuah akun yang menggunakan tulisan alay? Terlihat jelas kan ketidakserusannya? Lalu, bagaimana kita bisa yakin untuk memberikannya sebuah pekerjaan, sementara dari segi nama saja sudah tidak serius?

Lalu, ketika akun yang satu dengan akun yang lain, menggunakan nama yang berbeda-beda, tentu ini juga menunjukkan ketidakseriusan. Alangkah baiknya jika kita konsisten dalam menggunakan satu nama untuk semua jenis sosmed, sehingga orang akan dengan mudah memahami bahwa itu adalah kita, di balik berbagai sosial media yang ada.

Misalnya nih, aku sendiri, alaika abdullah adalah nama pena, yang konsisten aku gunakan pada berbagai akun sosial media yang aku miliki, sebagai bagian dari personal branding. Mulai dari blog, fesbuk, twitter, instagram, path, telegram, steemit, hingga yang lainnya.

Harus kah begini? Hm, ga harus sih, tapi akan jauh lebih mudah dalam membuat orang mengingat dan mengenal kita bukan? Ketimbang di fesbuk kita pakai nama bunga, di twitter kita pakai nama kumbang, di instagram kita pakai nama batucadas, misalnya. Orang pun akan bingung, hehe.

Nah, gimana, sobs? Bisa dipahami kan, ya? Tentang konsistensi dalam memilih dan menggunakan nama ini? Menyeragamkannya untuk berbagai akun sosial media kita? Ga sulit sih sebenarnya, dan akan terkesan jauh lebih serius daripada menggunakan nama yang alay bukan?

Setidaknya, demikian yang bisa aku share terkait membangun personal branding melalui akun sosial media. Karena the final of world cupnya sudah mulai, so, postingan ini aku akhiri dulu ya. Semoga tercerahkan. See you on the next post!

Al, Bandung, 15 Juli 2018

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *