Setan Gepeng, Si Perusak Mental – Sebuah Catatan dari Parenting Academy

Hayo, pasti pada heran dan bertanya-tanya kan? Ini maksudnya apa, Al? Setan gepeng yang mana? Siapa? Haha.

Eits, tenang dulu. Aku juga baru banget dapat istilah ini dari si Abah Ihsan. Iya, Abah Ihsan, sang parenting educator itu! Yup. Istilah baru ini aku peroleh dari acara launching“Parenting Academy” yang digelar pada Rabu, 29 Agustus 2018 silam, di mana si Abah Ihsan menjadi pembicara utamanya. Acaranya sendiri cukup menarik dan informatif! Mengemas info tentang parenting jaman now.

Emang sih, Intan, anakku udah gede banget, sudah 22 tahun malah, dan Alhamdulillahnya, membesarkan anak di usia Intan kanak-kanak dahulu tuh, ga serumit ngebesarin kids jaman now, loh! Bener, kerasa banget perbedaan antara anak-anak jaman Intan kecil dulu dengan anak-anak masa kini. Hadeuh.

Dan, walau pun udah ga punya anak-anak lagi di rumah, tapi menurutku, mendapatkan ilmu parenting, adalah kebutuhan sepanjang masa. Ilmu pengasuhan anak, tetap wajib kita ketahui, yang tentunya akan menjadi bekal dan bermanfaat bagi siapa pun, baik bagi yang memiliki anak sendiri, atau pun sekedar untuk keponakan, anak-anak tetangga, atau anak mana pun. Parenting, adalah ilmu pengasuhan anak, yang tetap akan dibutuhkan sepanjang masa dan tentu saja harus terus di-upgrade, karena perlu menyesuaikan dengan kondisi terbaru.

Terlebih dengan perkembangan dunia informasi dan telekomunikasi yang kian canggih ini, hayyah, membesarkan kids jaman now emang memiliki tantangan tersendiri kan? Makanya, begitu lihat banner di atas, saat mendapatkan undangan untuk hadir di acara tersebut, aku langsung YES donk, confirmed via email ke panitia bahwa aku bersedia untuk hadir! Dan, di sana lah aku mengenal istilah setan gepeng! 

Gadget alias Setan Gepeng adalah Perusak Akhlak Anak Jaman Now. 

Yup, mendengarkan cara Abah Ihsan bercerita, berbicara, sungguh menarik hati. Pembawaannya yang humoris serta merta membuat kita sigap mencatat dalam hati akan ilmu/info apa saja yang dibagikannya! Atraktif, jauh dari menjemukan, dan bikin kita sekali-sekali terpingkal, adalah ciri khas kelas Abah Ihsan.

Lelaki beranak enam ini memang kocak! Pantesan orang rebutan antri untuk masuk ke kelasnya, padahal kelasnya terkenal lumayan mahal, loh! Dan kini, berada di kelasnya yang hanya diberi waktu beberapa puluh menit itu saja, sudah bisa menggambarkan betapa menyenangkannya kelas/workshop yang dihelat oleh si abah ini. Jadi pengen deh berada dua hingga tiga hari menyerap ilmu di dalam kelasnya. Pasti akan menyenangkan dan penuh manfaat!

Anyway, balik lagi ke Setan Gepeng. Abah Ihsan dengan tegas menyampaikan bahwa musuh utama penyebab hancurnya masa depan anak-anak masa kini alias kids jaman now adalah setan gepeng! Gadget! Yup, smartphone, gadget atau apapun yang terkoneksi dengan internet ini, adalah penyumbang andil terbesar dalam merusak kepribadian anak!

Image taken from here

Beliau menggunakan perumpamaan yang bener-bener makjleb! Bahwa, sebagai orang tua, jika anak kita (usia 2 tahun misalnya), pamit kepada kita untuk pergi jalan-jalan seorang diri ke jalan raya, apakah kita akan dengan senang hati akan mengijinkannya? ENGGAK KAN? Mustahil kita dengan sukacita membiarkan anak dua tahun kita ini, berjalan tertatih atau berlarian seorang diri ke jalan raya! BAHAYA!

Begitu juga kala anak kita umur 8 tahun, misalnya, pamit nih, ingin main ke Bali, seorang diri (anggaplah kita berdomisili di Kota Bandung misalnya). Naik pesawat seorang diri dan berwisata sendirian hingga ke Lombok. Akal sehat orang tua, tentu tak akan mengijinkannya pergi dan berwisata seorang diri, karena jelas dia belum cukup umur, iya, toh? BAHAYA!

Nah, memberikan smartphone/gadget yang terkoneksi dengan internet ke anak, baik balita atau pun remaja, jelas memberinya IJIN untuk KELILING DUNIA, loh! Seorang diri berkeliling dunia, tanpa pengawasan! BAHAYA!

Dan audience pun terpana. IYA YA? BENER BANGET! 

Selanjutnya si abah melanjutkan, bahwa seorang anak itu baru aman atau boleh diberikan gadget adalah setelah dia berusia 18 tahun! Ops!! Boleh sih si anak menggunakan gadget yang terkoneksi dengan internet, asalkan ada PENDAMPINGAN. Si anak yang di bawah 18 tahun, boleh saja menggunakan gadget dengan pendampingan, dan status gadget-nya adalah DIPINJAMKAN, bukan miliknya sendiri. Hal ini juga diterapkan oleh abah terhadap ke enam anak-anaknya. Anak-anak yang telah mulai remaja, tentu boleh pegang HP yang terkoneksi ke internet, apalagi kini, banyak tugas sekolah yang memang diakses via internet, atau komunikasi dengan guru melalui grup di whatsapp, misalnya, maka si abah ‘MEMINJAMKAN’ HP-nya untuk dipakai si anak, tentu dengan pendampingan.

Menurutnya, setan gepeng ini, alias HP/gadget canggih ini, adalah bahaya nomor satu dalam hal pembentukan karakter si anak. Karena setiap saat si anak bisa menggunakannya untuk berkeliling dunia. Melihat apa saja, baik yang pantas maupun yang tak pantas dilihat olehnya.

Anak-anak di bawah umur, belum bisa membedakan dengan cermat mana yang boleh ditiru mana yang tidak. Mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Jadi setan gepeng ini memang teramat sangat berbahaya dalam membentuk kepribadian seorang anak.

Hadirnya Parenting Academy by Abah Ihsan dan Sygma Innovation sebagai Salah Satu Media Belajar tentang Pengasuhan.

Orang tua adalah tempat pertama di mana seorang anak belajar. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Begitu juga dengan ayah. Figurnya sangat menentukan bagaimana bentuk karakter si anak ke depannya. Sayangnya, orang tua akan dengan sangat bangga berkata, mana kala anaknya menorehkan sebuah prestasi. “Iya donk, kayak ayah/ibunya, toh?”.

Kebalikannya, saat si anak membuat cela, maka si anak akan dihardik, dimarahi atau bahkan dicaci maki hingga dipukul babak belur. Ada kan yang seperti ini? Padahal, menurut si abah nih, kesalahan yang dilakukan oleh si anak, adalah bersumber dari pola asuh yang tanpa sadar telah ditanamkan oleh orang tuanya sendiri.

Tak jarang kita mendengar kisah, ada anak yang tega memukuli ibunya, hanya karena ibunya tak sanggup membelinya sepeda motor. Padahal jika ditelusuri jauuuh ke belakang, hal ini terjadi, si anak jadi berani seperti ini, adalah karena tau persis bahwa si ibu, tak pernah menolak keinginannya. Selalu memanjakannya sedari kecil. Apa pun yang diminta, walau harus utang, selalu dipenuhi. Ini!

Menjadi ‘babu’ bagi anak, dengan modus ‘sayang dan cinta’ yang salah kaprah! Tanpa disadari, orang tua telah merelakan dirinya menjadi pembantu bagi anaknya. Di sini, celah ini, telah membuat si anak tak lagi patuh dan sayang pada orang tuanya. Yang salah siapa? Pola asuh yang salah!

Ada banyak kisah sejenis yang terjadi di sekitar kita. Saat anak-anak balita, kita memperlakukannya bagaikan raja. Lupa memberi batasan sejauh mana dia boleh melangkah, sampai di mana dia harus takluk memaklumi.

Yup, mendapati fenomena di atas, di mana membesarkan anak-anak masa kini atau kids jaman now tak lagi semudah anak-anak jaman old, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Selain kesibukan para ortu yang semakin menjadi, juga rasanya mengambil kursus tertentu terkait pola asuh (parenting), tentu akan memakan waktu yang tak sedikit, ditambah dengan kenyataan bahwa untuk mencapai sebuah tempat kursus, bukan lah hal yang mudah di mana kemacetan kian menjadi seperti sekarang ini. Belum lagi jika ingin kursus di kelasnya Abah Ihsan, wah, antriannya, ajigile! 

Parenting Academy

Untungnya kini, Abah Ihsan dan Sygma Innovation sepakat untuk mendirikan sebuah tempat pembelajaran yang praktis! Bernama Parenting Academy, di mana bisa kita akses secara online, maka so pasti, parenting academy pun menjadi sebuah solusi jitu dalam menghemat waktu dan biaya. Tak perlu antri panjang dan bermacet-macet di jalanan untuk hadir di kelas, cukup akses secara online untuk mengikuti aneka video sesuai kebutuhan kita, lalu kita pun dapat belajar di ruang kerja/ruang santai kita sendiri, tanpa harus tergesa-gesa.

Source: Parenting Academy

Source: Parenting Academy

Emang ada apa aja di kelas online Parenting Academy ini, Al? Istimewanya apa?

Yang pasti adalah, belajar di kelas parenting academy ini akan jauh lebih praktis dibandingkan dengan harus belajar secara offline di kelasnya Abah Ihsan. Belajar offline, perjuangan untuk mendaftar itu, jauh lebih sulit, karena dalam setahun, untuk Bandung sendiri si abah hanya buka dua kali saja, itu pun sering baru buka pendaftaran, eh, sudah penuh! Untuk tempat-tempat lain (luar kota) juga seringnya begitu. Selain itu, biayanya jauh lebih mahal.

Keuntungan belajar di Parenting Academy:

Bisa belajar kapan pun kita inginkan, jadi waktunya kita yang atur sendiri, karena tinggal akses ke website Parenting Academy kan? Ada sekitar 30 judul materi dan 158 video (yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan) dari Abah Ihsan. Pasti kepo kan tentang materinya? Emangnya ada materi apa aja di Parenting Academy ini, sih?

Yuk, kita intip di sini, yuk!

Materi yang dapat dipelajari di Parenting Academy:
1.   Kiat menghadapi Anak yang Rewel?
2.   Kiat Menghadapi Anak Preschool yang Mogok Sekolah.
3.   Kiat Agar Anak Nyaman Berbicara dengan Orang Tua
4.   Mengelola Anak Berantem
5.   Menangani Anak yang Lelet Bangun Tidur
6.   Bercerita pada Anak dengan Pola 2M
7.   Menangani Remaja yang Terlanjur Bermasalah
8.   Menghindari Anak dari Bahaya LGBT
9.   Membatasi Anak dari Gadget
10. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak
11. Pengasuhan Anak ketika Orang Tua LDR
Dan akan menyusul materi-materi lainnya sesuai dengan pengembangan selanjutnya. Seru kan? Pasti pada butuh donk materi-materi di atas? Yuk, langsung deh daftarkan diri teman-teman di sini, karena jumlah pesertanya juga dibatasi loh, makanya sebelum tutup, segera mendaftar, deh!
Awas, jangan sampai ketinggalan, loh! Banyak banget materi yang bisa kita pelajari dari kelas Parenting Academy ini, dan pasti bikin kita terpana, dan bakalan bilang ‘Ya ampun, bener banget, deh, seperti yang dibilang Abah Ihsan ini!”. 🙂
Ah iya, penasaran pengen kenal si Abah Ihsan lebih dekat? Coba deh di bawah ini, ya!
Atau jika ingin tau lebih banyak lagi, langsung meluncur ke sini, deh!

Al, Bandung, 6 September 2018

8 comments on “Setan Gepeng, Si Perusak Mental – Sebuah Catatan dari Parenting Academy

  1. Emang bahaya seh ya mbak. tapi aku besar diera pertama kali kenal google jaman smp. Udah kenal internet jaman sd dan udah punya HP pribadi jaman smp. Walaupun aku setuju dengan gak memberikan gadget ke anak sebelum gede, tapi tetep saja klo lihat diri sendiri rasanya susah banget ya

  2. Saya sepakat hape disebut setan gepeng krn dampaknya sangat luar biasa, bisa merusak moral anak kalau peran orangtua lemah dalam hal mengawasi pemakaian hape pada anak2nya..

  3. Abah Ihsan ini sudah terkenal di kalangan ibu-ibu tentang ilmu parentingnya. Haa, jadi baru istilah setan gepeng itu ternyata gadget ya..Memang penggunaan gadget untuk anak harus dibatasi dan diawasi

  4. ooohh…ternyata setan gepeng itu gadget wkwkwk bikin penasaran

  5. wah kak, liza jadi kena banget nih, setiap hari libur Naqiya minta main gadget, nonton vlog anak2

  6. Dan aku mulai mengurangi setan gepeng buat anakku, oh keren banget acara Abah Ihsan, beliau emang beneran sang parenting educator 🙂

  7. Wah iya juga ya gadget bisa juga disebut setan gepeng karena bisa bikin anak sesat.

  8. aaah Mba Al…setan gepeng memang harus disiasati dengan baik. Ada baiknya, tapi banian dampak buruknya aika kita tidak bisa kontrol, terutama untuk anak-anak. Kalau ada parenting class begini seruuuu ya mbaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *